8 Standar Nasional Pendidikan di Indonesia Yang Harus Difahami

0
236
Standar Pendidikan nasional di Indonesia Yang Harus Difahami

Setiap lembaga yang berkencimpung dalam bidang pendidikan, harus memiliki beberapa kriteria tertentu. Salah satunya sistem standarisasi dalam pembentukan karakter atau pola ajar saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu, sebagai pendidik, Anda harus mengetahui 8 standar pendidikan Indonesia.

Mengenal Standar Pendidikan

Standar ini merupakan parameter ruang lingkup pendidikan dalam skala nasional yang berlaku bagi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kebijakan ini harus dipatuhi, dipenuhi dan dijadikan acuan oleh seluruh penyelenggara serta satuan pendidikan yang ada di negeri ini.

Standar Nasional ini berisikan delapan parameter di mana pada masing-masing poinnya memiliki nilai, peran, fungsi serta tujuan. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh instansi dan lembaga yang berada di Indonesia.

Parameter yang berskala nasional ini memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai landasan dasar dari seluruh aspek-aspek perencanaan, pelaksanaan dan juga pengawasan pendidikan di Indonesia.

Hal tersebut bertujuan untuk menunjang, serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di Indonesia.Dikarenakan supaya dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang sebenarnya yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga menghasilkan sumber daya memiliki integritas tinggi.

Untuk mewujudkan cita-cita yang mulia itu, maka seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam dunia pendidikan, harus mengetahui dan memahami makna delapan standar nasional tersebut secara mendalam.

Baca Juga : Contoh Poster pendidikan Sebagai Media Pembelajaran yang Menarik

Standar Nasional Pendidikan

Parameter tersebut merupakan suatu hal yang cukup penting dalam pengembangan pembelajaran. Berikut adalah isi dari standar nasional pendidikan indonesia yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat yang memiliki peran dalam dunia pengajaran:

1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Standar Kompetensi Lulusan merupakan parameter yang dijadikan sebagai acuan untuk penilaian serta penentuan kelulusan siswa di dalam sistem pendidikan, terutama pada sekolah dasar dan juga sekolah menengah.

SKL memiliki kriteria tentang bagaimana kualifikasi kualitas peserta didik yang diukur mulai dari penilaian sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Selain itu, parameter ini juga berperan sebagai pedoman dalam pengembangan standar yang lain.

Rumusan Standar Kompetensi Lulusan yang digunakan oleh setiap instansi dan lembaga memiliki konten dan bobot yang sama pada setiap jenjangnya. Dengan demikian kualitas pelajar bisa dibandingkan karena tidak ada perbedaan dalam tolak ukurnya.

Standar Kompetensi Lulusan juga ini memuat seperti apa gambaran sikap ataupun etika, wawasan pengetahuan, kemampuan olah otak, serta ketrampilan yang diharapkan oleh oleh pemerintah pada setiap pencapaian peserta didiknya.

Berbeda dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, pada K-13 ini Standar Kelulusan Nasional tidak akan berpatokan pada kompetensi setiap mata pelajaran.Karena rumusan SKL yang dibuat memiliki kesamaan pada setiap mata pelajarannya.

Setiap butir kompetensi rumusan dalam Standar Nasional Lulusan ini harus dimiliki dan juga dikuasai oleh setiap peserta didik yang sudah dinyatakan mampu menyelasaikan masa belajar pada jenjang tertentu.

2. Standar Isi dalam Pendidikan Indonesia

Standar isi merupakan sebuah rumusan dari berbagai kerangka dasar, yang berisikan kalender pendidikan sebagai acuan penyelenggaraan pembelajaran, berbagai macam beban belajar, kurikulum satuan pendidikan dan juga kerangka dasar serta struktur dari sebuah kurikulum.

Peranan standar isi dalam dunia pendidikan adalah sebagai tolak ukur acuan pencapaian kriteria minimal dalam setiap jenjang tingkatan sekolah. Pedoman ini yang nantinya akan dijadikan patokan ataupun syarat yang harus dicapai dalam kualifikasi peningkatan kualitas pembelajaran.

Tolak ukur nantinya akan dijadikan sebagai pedoman serta acuan dalam menentukan langkah kebijakan.Ini selanjutnya digunakan menyusun kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, agar kedepannya kualitas pendidikan Indonesia lebih meningkat serta dapat berkembang dengan baik.

Standar yang dibentuk oleh Badan Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 ini memuat tentang kriteria kompetensi lulusan, pengkajian, mata pelejaran, serta silabus yang harus dipenuhi oleh siswa pada tingkat tertentu.

Namun, untuk sekolah swasta yang melakukan pencapaian standar isi telah diberikan penambahan rumusan oleh BNSP.Bahwa perlu adanya akomodir dalam penyusunan kurikulum yang telah atau akan dikembangkan oleh pihak lembaga.

Pelaksanaan pencapaian standar ini dilakukan oleh sekolah negeri maupun swasta yang berada dalam berbagai jenjang tingkatan berbeda yang berada dalam ruang lingkup wilayah kerja badan UPT-Disdik Kecamatan.

Baca Juga : Pengertian Pendidikan dari Beragam Sudut Pandang

3. Standar Penilaian

standar pendidikan berikutnya adalah penilaian. Ini dilakukan karena memilki pedoman dan patokan yang penting sebagai bahan evaluasi serta menentukan kebijakan apa yang akan diambil pada langkah selanjutnya.

Standar penilaian yang terdapat pada setiap tingkatan jenjang pendidikan berisi tentang penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh tenaga pendidik, satuan pendidikan tinggi dan juga badan pemerintah baik daerah maupun pusat.

4. Standar proses

Tolak ukur yang memuat kriteria seperti apa penyelenggaraan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh setiap instansi dengan berbagai jenjang tingkatan sekolah ini diatur dalam standar proses pendidikan.

Standar proses ini berisikan kriteria minimal yang telah dijadikan patokan, bagaimana setiap instansi pendidikan baik negeri maupun swasta dapat menghadirkan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik serta layak kepada pada siswanya.

Proses kegiatan belajar mengajar yang diharapkan oleh standar ini adalah bentuk pembelajaran aktif, kreatif, interaktif, penuh tantangan agar selalu bisa memotivasi siwa untuk memiliki jiwa partisipatif tinggi.

Dengan begitu, standar proses ini sejatinya menuntut setiap lembaga pendidikan dari berbagai jenjang untuk memberikan kegiatan pembelajaran yang mampu meningkatkan dan mengembangkan minat bakat, kemampuan kognitif, karakter, etika serta kepercayaan diri siswa.

5. Standar Sarana dan Prasarana

Standar ini dijadikan tolak ukur kriteria minimal dalam  mengatur sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan.Karena hal tersebut tentu saja akan berpengaruh untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran siswa.

Sarana dan prasarana yang perlu diperhatikan dalam standar ini adalah lahan sebagai ruang kelas, guru, laboratorium, perpustakaan, tata usaha, tempat beribadah serta instalasi daya dan jasa.

6. Standar Pengelolaan

Standar ini memuat kualifikasi kriteria minimal dalam mengelola penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Standar ini berisikan bagaimana para tenaga kependidikan memilki peran aktif dalam pengelolaan.

Cakupan tiga bagian ruang lingkup kriteria minimal yang harus dicapai dalam tolak ukur ini adalah, standar pengelolaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan dari badan pemetintah daerah serta yang dilakukan oleh pemerintahan pusat.

7. Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan yang dimaksud adalah seluruh elemen masyarakat yang memilki peran aktif dalam menunjang berlangsungnya proses pembelajaran.Seperti, pengawas satuan pendidikan, kepala sekolah, pustakawan,  tenaga administrasi, teknisi pengelola kelompok  belajar dan laboran.

Kualifikasi mutu akademik tenaga pengajar merupakan poin yang cukup penting untuk diperhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan. Karena kualitas guru ini nantinya akan mempengaruhi gaya penyampaian dan pengetahuan serta pemyampaian kepada para pelajar.

Harus ada kriteria minimal atau standar tertentu yang sudah pakem bagi para tenaga pengajar.Hal tersebut dimaksudkan agar para guru ini nantinya bisa memberikan metode pengajaran yang baik.Sehingga, dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kompetensi guru dalam kualitas akademik sangat penting serta memiliki pengaruh yang cukup untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.Dikarenakan mampu mencerdasakan kehidupan bangsa dan memiliki integritas tinggi.

Standar kualifikasi kualitas tenaga pengajar yang harus dipenuhi berisi tentang tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi.Hal tersebut bisa dibuktikan dengan menunjukkan bukti relevan seperti sertifikat dan ijazah sah sesuai dengan keahlian di bidangnya.

Ketentuan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh guru adalah dimilikinya kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang berperan penting dalam penyampaian pengajaran. Ini sebagai sumber teladan bagi siswa serta peningkatan mutu pembelajaran siswa.

8. Standar Pembiayaan

Biaya merupakan hal penting yang memiliki pengaruh besar dalam terselenggaranya kegiatan belajar-mengajar. Setiap instansi memiliki hak dan kewajban untuk mengatur dana yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.

Beberapa hal diatur dalam standar pembiayaan adalah,berbagai investasi seperti modal kerja ataupun dana pengembangan sumber daya, pembiayaan operasi satuan pendidikan. Ini mencakup gaji tenaga kependidikanserta biaya personal, seperti SPP yang harus dibayar oleh peseta didik.

Beberapa penjelasan tentang standar pendidikan Indonesia harus difahami oleh seluruh lapisan masyarakat yang berperan aktif, agar dapat meningkatkan kualitas mutu dan kualitas pembelajaran.

Demikian 8 Standar Nasional Pendidikan di Indonesia Yang Harus Difahami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here